A.Hakikat Ilmu Kimia
Kimia adalah ilmu yang mencari jawaban atas pertanyaan apa,mengapa dan Gaiman gejala-gejala alam yang berkaitan dengan komposisi, struktur,sifat dan perubahan susunan zat atau sifat zat serta perubahan energi yang terjadi pada waktu
zat mengalami perubahan.
Komposisi adalah bahan penyusun zat dan perbandingan bahan tersebut.
Struktur zat adalah bagaimana tersusunnya bahan tersebut membentuk rangka.
Komposisi dan struktur zat berhubungan erat dengan sifat zat. Komposisi dan struktur
tertentu akan menghasilkan sifat tertentu. jika, komposisi dan struktur dua zat berbeda,
maka,sifat dua zat tersebut akan kut berbeda,
Jadi,Hakekat ilmu kimia adalah bahwa benda itu bisa mengalami perubahan bentuk,
maupun susunan partikelnya menjadi bentuk yang lain sehingga terjadi deformasi, perubahan letak susunan, ini mempengaruhi sifat-sifat yang berbeda dengan wujud
yang semula.
1. Sebagian besar ilmu kimia bersifat abstrak
Atom, molekul, dan ion merupakan materi dasar kimia yang tidak nampak, yang menurut siswa membayangkan keberadaan materi tersebut tanpa mengalaminya secara langsung. Karena atom merupakan pusat kegiatan kimia, maka walaupun kita tidak dapat melihat atom secara langsung, tetapi dalam angan-angan kita dapat membentuk suatu gambar untuk mewakili sebuah atom oksigen kita gambarkan secara bulatan.
2. Ilmu kimia merupakan penyederhanaan dari yang sebenarnya
Kebanyakan obyek yang ada di dunia ini merupakan campuran zat-zat kimia yang kompleks dan rumit. Agar segala sesuatunya mudah dipelajari, maka pelajaran kimia dimulai dari gambaran yang disederhanakan, di mana zat-zat dianggap murni atau hanya mengandung dua atau tiga zat saja. Dalam penyederhanaanya diperlukan pemikiran dan pendekatan tertentu agar siswa tidak mengalami salah konsep dalam menerima materi yang diajarkan tersebut.
3. Sifat ilmu kimia berurutan dan berkembang dengan cepat
Seringkali topik-topik kimia harus dipelajari dengan urutan tertentu. Misalnya, kita tidak dapat menggabungkan atom-atom untuk membentuk molekul, jika atom dan karakteristiknya tidak dipelajari terlebih dahulu. Disamping itu, perkembangan ilmu kimia sangat cepat, seperti pada bidang biokimia yang menyelidiki tentang rekayasa genetika, kloning, dan sebagainya. Hal ini menuntut kita semua untuk lebih cepat tanggap dan selektif dalam menerima semua kunjungan tersebut.
4. Ilmu kimia tidak hanya sekedar memecahkan soal-soal
Memecahkan soal-soal yang terdiri dari angka-angka (soal numerik) merupakan bagian yang penting dalam mempelajari kimia. Namun, kita juga harus mempelajari deskripsi seperti fakta-fakta kimia, aturan-aturan kimia, peristilahan kimia, dan lain-lain.
5. Bahan/materi yang dipelajari dalam ilmu kimia sangat banyak
Dengan banyaknya bahan yang harus dipelajari, siswa dituntut untuk dapat merencanakan belajarnya dengan baik, sehingga waktu yang tersedia dapat digunakan seefisien mungkin.
Peran ilmu kimia untuk membantu pengembangan ilmu lainnya seperti pada bidang geologi, sifat-sifat kimia dari berbagai material bumi dan teknik analisisnya telah mempermudah geolog dalam mempelajari kandungan material bumi; logam maupun minyak bumi.
Pada bidang pertanian, analis kimia mampu memberikan informasi tentang kandungan tanah yang terkait dengan kesuburan tanah, dengan data tersebut para petani dapat menetapkan tumbuhan/tanaman yang tepat. Kekurangan zat-zat yang dibutuhkan tanaman dapat dipenuhi dengan pupuk buatan, demikian pula dengan serangan hama dan penyakit dapat menggunakan pestisida dan Insektisida.
Dalam bidang kesehatan, ilmu kimia cukup memberikan kontribusi, dengan diketemukannya jalur perombakan makanan seperti karbohidrat, protein dan lipid. Hal ini mempermudah para ahli bidang kesehatan untuk mendiagnosa berbagai penyakit. Interaksi kimia dalam tubuh manusia dalam sistem pencernaan, pernafasan, sirkulasi, ekskresi, gerak, reproduksi, hormon dan sistem saraf, juga telah mengantarkan penemuan dalam bidang farmasi khususnya penemuan obat-obatan.
1. Di bidang pertanian
Ambil contoh ketika tumbuhan membutuhkan air serta tanah yang subur. Namun dibidang pertanian modern, telah menggunakan pupuk dan pestisida. manfaat pupuk untuk tumbuhan ialah Merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun serat Meningkatkan mutu dan jumlah hasil yang baik. karena pupuk adalah senyawa kimia anarganik yang dijumpai di alam atau dibuat manusia yang memiliki nilai hara langsung atau tidak langsung bagi tanaman. Penggunaan pestisida dapat memusnahkan hama-hama, dan meningkatkan produksi tumbuhan dengan cepat. namun dapat membahayakan bagi kesehatan manusia.
2. Di bidang kedokteran
Di bidang ini banyak dijumpai manfaatnya, seperti obat-obatan yang membantu penyembuhan pasien, karena obat adalah hasil dari penelitian dibidang kimia farmasi.
3. Di bidang pangan
Adanya komposisi pada makanan, yang bermanfaat bagi manusia. penggunaan mikroorganisme/bakteri pada makanan, contoh pembuatan kecap, tempe, dan yoghurt.
4. Di bidang industri/pabrik
Penerapan ilmu Kimia di bidang industri, ilmu Kimia seringkali sangat dibutuhkan. Mesin-mesin di industri membutuhkan logam yang baik dengan sifat tertentu yang sesuai dengan kondisi dan bahan-bahan yang digunakan. Seperti semen, kayu, cat, beton, dsb. dihasilkan melalui riset yang berdasarkan ilmu Kimia. Kain sintetis yang Anda gunakan juga merupakan hasil penerapan ilmu Kimia.
5. Di bidang Hukum
Manfaat di bidang hukum yaitu ketika terjadi kejahatan-kejahatan ataupun pembunuhan, dengan begitu dibutuhkan sample hasil tes DNA, yang menggunakan ilmu kimia.
zat mengalami perubahan.
Komposisi adalah bahan penyusun zat dan perbandingan bahan tersebut.
Struktur zat adalah bagaimana tersusunnya bahan tersebut membentuk rangka.
Komposisi dan struktur zat berhubungan erat dengan sifat zat. Komposisi dan struktur
tertentu akan menghasilkan sifat tertentu. jika, komposisi dan struktur dua zat berbeda,
maka,sifat dua zat tersebut akan kut berbeda,
Jadi,Hakekat ilmu kimia adalah bahwa benda itu bisa mengalami perubahan bentuk,
maupun susunan partikelnya menjadi bentuk yang lain sehingga terjadi deformasi, perubahan letak susunan, ini mempengaruhi sifat-sifat yang berbeda dengan wujud
yang semula.
B. Karakteristik Ilmu Kimia
1. Sebagian besar ilmu kimia bersifat abstrak
Atom, molekul, dan ion merupakan materi dasar kimia yang tidak nampak, yang menurut siswa membayangkan keberadaan materi tersebut tanpa mengalaminya secara langsung. Karena atom merupakan pusat kegiatan kimia, maka walaupun kita tidak dapat melihat atom secara langsung, tetapi dalam angan-angan kita dapat membentuk suatu gambar untuk mewakili sebuah atom oksigen kita gambarkan secara bulatan.
2. Ilmu kimia merupakan penyederhanaan dari yang sebenarnya
Kebanyakan obyek yang ada di dunia ini merupakan campuran zat-zat kimia yang kompleks dan rumit. Agar segala sesuatunya mudah dipelajari, maka pelajaran kimia dimulai dari gambaran yang disederhanakan, di mana zat-zat dianggap murni atau hanya mengandung dua atau tiga zat saja. Dalam penyederhanaanya diperlukan pemikiran dan pendekatan tertentu agar siswa tidak mengalami salah konsep dalam menerima materi yang diajarkan tersebut.
3. Sifat ilmu kimia berurutan dan berkembang dengan cepat
Seringkali topik-topik kimia harus dipelajari dengan urutan tertentu. Misalnya, kita tidak dapat menggabungkan atom-atom untuk membentuk molekul, jika atom dan karakteristiknya tidak dipelajari terlebih dahulu. Disamping itu, perkembangan ilmu kimia sangat cepat, seperti pada bidang biokimia yang menyelidiki tentang rekayasa genetika, kloning, dan sebagainya. Hal ini menuntut kita semua untuk lebih cepat tanggap dan selektif dalam menerima semua kunjungan tersebut.
4. Ilmu kimia tidak hanya sekedar memecahkan soal-soal
Memecahkan soal-soal yang terdiri dari angka-angka (soal numerik) merupakan bagian yang penting dalam mempelajari kimia. Namun, kita juga harus mempelajari deskripsi seperti fakta-fakta kimia, aturan-aturan kimia, peristilahan kimia, dan lain-lain.
5. Bahan/materi yang dipelajari dalam ilmu kimia sangat banyak
Dengan banyaknya bahan yang harus dipelajari, siswa dituntut untuk dapat merencanakan belajarnya dengan baik, sehingga waktu yang tersedia dapat digunakan seefisien mungkin.
C. METODE ILMIAH
llmu Kimia dibangun dan dikembangkan
melalui kajian teoritis dan kajian empiris yang saling mendukung satu
sama lain. Pengkajian teoritis merupakan usaha menerapkan hukum-hukum
Fisika dan teori Matematika untuk mengungkapkan gejala alam. Pengkajian
secara empiris merupakan usaha untuk menemukan keteraturan berdasarkan
fakta yang ditemukan di alam dengan menggunakan teknik atau metode
ilmiah. Pengembangan ilmu Kimia berdasarkan langkah-langkah sistematis
disebut dengan metode ilmiah. Metode ilmiah adalah metode sains yang
menggunakan langkah-langkah ilmiah dan rasional untuk mengungkapkan
suatu permasalahan yang muncul dalam pikiran kita. Dalam bentuk yang
paling sederhana, metode ilmiah terdiri atas tahap-tahap operasional
berikut.
1. Pengamatan atau Observasi.
Pengamatan dapat dilakukan secara
kualitatif (misalnya logam raksa berwujud cair pada suhu kamar) ataupun
kuantitatif (misalnya tekanan gas pada keadaan standar yaitu sebesar 1
atm). Pengamatan kuantitatif disebut juga pengukuran.
2. Mencari Pola Hasil Pengamatan.
Proses ini sering melahirkan rumusan
berupa hukum alam. Hukum alam yang digali oleh manusia merupakan suatu
pernyataan yang mengungkapkan perilaku umum suatu objek atau gejala yang
diamati.
3. Perumusan Teori.
Suatu teori (disebut juga model)
terdiri atas sejumlah asumsi sebagai pijakan untuk menerangkan perilaku
materi yang diamati. Jika hipotesis sementara sejalan dengan
kajian-kajian sejumlah percobaan maka hipotesis tersebut disebut teori
atau model.
4. Pengujian Teori.
Secara ideal, teori dalam ilmu
pengetahuan alam harus selalu dikoreksi dan dikaji terus-menerus sebab
teori merupakan gagasan manusia untuk menerangkan perilaku alam yang
diamati berdasarkan pengalamannya. Teori harus terus disempurnakan
melalui percobaan dengan cara menyempurnakan baik metode maupun
peralatan yang digunakan. Di samping itu, dapat juga dilakukan melalui
simulasi komputer, agar pendekatan yang diterapkan lebih mendekati
gejala alam yang sebenarnya.
5. Eksperimen dan Pengukuran.
Kimia merupakan ilmu pengetahuan yang
dilandasi berbagai eksperimen/ percobaan. Salah satu syarat suatu
eksperimen dinyatakan valid adalah bersifat reproducible (menghasilkan
hasil yang sama ketika eksperimen dilakukan kembali). Oleh karena itu,
sangatlah penting untuk mendeskripsikan objek percobaan secara
menyeluruh, seperti jumlah, volume, suhu, tekanan, dan kondisi lainnya.
Dengan kata lain, salah satu hal terpenting dalam ilmu Kimia adalah
mengetahui cara mengukur sesuatu dengan tepat. Untuk keperluan tersebut,
pada 1960, ilmuwan dari seluruh penjuru dunia berkumpul dan menyepakati
penggunaan Sistem Satuan Internasional (dilambangkan SI, dari bahasa
Prancis Syteme Internationale d’Unites). Sistem satuan internasional memiliki tujuh besaran pokok (Tabel A) dan besaran-besaran lainnya yang diturunkan dari ketujuh besaran pokok tersebut (Tabel B). Berikut ini tabel besaran pokok dan besaran turunan menurut SI.
Tabel A Besaran Pokok, Sistem Internasional (SI), dan Lambang
Besaran Pokok
|
Sistem Internasional (SI)
|
|||
Nama
|
Lambang
Besaran
|
Satuan
|
Lambang
Satuan
|
Konversi Satuan
|
1. Panjang
2. Massa
3. Waktu
4. Temperatur
5. Arus listrik
6. Intensitas cahaya
7. Jumlah substansi
|
L
M
T
T
I
IV
n
|
meter
kilogram
sekon
kelvin
ampere
candela
mol
|
m
kg
s
K
A
cd
mol
|
1 m = 100 cm
1 kg = 1.000 g
1 menit = 60 s
t °C + 273 = (t + 273)K
-
-
-
|
Tabel B Besaran Turunan, Sistem Internasional (SI), dan Lambang
Besaran Turunan
|
Sistem Internasional (SI)
|
|||
Nama
|
Lambang
Besaran
|
Satuan Turunan
|
Lambang
Satuan
|
Konversi
|
Luas
Volume
Kerapatan (densitas)
Kecepatan
Percepatan
Gaya
Berat
Energi
Tekanan
Konsentrasi
Molaritas
|
A
V
p
v
a atau
F
W
E
P
C
M
|
m × m
m × m × m
kilogram/volume
panjang/sekon
panjang/sekon2
massa × percepatan
massa × gravitasi
gaya × panjang
gaya per satuan luas
atmosfer
mol/volume
mol/1 L larutannya
|
m2
m3
kg/L
m/s
m/s2
N (Newton)
N (Newton)
J (Joule)
N/m2
Atm
M (Molar)
|
1 m3 = 1.000 liter = 1.000 mL
1 kg/L = 1 gram/mL
1 km/jam = 1.000 m/3.600 sekon
–
1 Newton = 1 kg m/s2
1 Newton = 1 kg m/s2
1 Joule = 1 N m
–
1 atm = 76 cmHg = 760 mmHg dan
1 mmHg = 1 torr
––
|
Dalam penulisan satuan suatu pengukuran, dilakukan penyingkatan (lihat Tabel A).
Tanda eksponensial dicantumkan untuk menunjukkan pangkat dari satuan
tersebut. Sebagai contoh, kecepatan adalah panjang dibagi waktu yang
dalam SI dinyatakan dalam meter per detik, atau m/s. Beberapa satuan
turunan yang sering digunakan memiliki nama khusus. Misalnya, energi
adalah hasil perkalian antara massa dan kuadrat kecepatan. Untuk itu,
energi diukur dalam satuan kilogram meter kuadrat per detik kuadrat (kg m2/s2), dan 1 kg m2/s2 disebut satu joule.
Contoh lainnya, konsentrasi larutan (molaritas) adalah hasil
perbandingan jumlah molekul dengan volume larutan. Untuk itu,
konsentrasi diukur dalam satuan mol per liter (mol/L), dan 1 mol/L
disebut satu molar. Meskipun terdapat notasinotasi pendek untuk
satuan-satuan tersebut, ada baiknya jika Anda juga dapat mengingat
faktor konversinya.
D. Keselamatan Kerja Dilaboratorium
keselamatan kerja di laboratorium sangat penting
untuk diperhatikan mengingat hasil penelitian menunjukkan telah terjadi
kecelakaan kerja dengan intensitas yang mengkhawatirkan yaitu 9
orang/hari. Keselamatan semua pihak merupakan tanggung jawab semua
pengguna laboratorium. Namun, banyak pekerja yang meremehkan risiko
kerja, sehingga tidak menggunakan alat-alat pengaman walaupun sudah
tersedia. Laboratorium merupakan ruangan yang memiliki risiko yang cukup
besar. Disana banyak terdapat bahan kimia yang merupakan bahan mudah
meledak, mudah terbakar, beracun, dll. Selain itu terdapat juga benda
mudah pecah dan menggunakan listrik. Maka dari itu, kita harus sangat
berhati-hati dalam menggunakan laboratorium. Berikut adalah prosedur
keselamatan kerja di laboratorium. Langsung saja kita simak yang
pertama:
Menampung dan mencampur larutan kimia.
2 Tabung Reaksi
Menampung larutan dalam jumlah yang sedikit
3. Beker Gelas
Mengukur volume larutan
5 Pipet Ukur
Mengukur volume larutan
6 Penjepit Tabung Reaksi
Menjepit tabung reaksi selama melakukan proses pemanasan
7 Pipet Tetes
Menggerus dan menghaluskan suatu zat
9 Botol Semprot
Wadah untuk mereaksikan atau mengubah suatu zat pada suhu tinggi
11 Kawat Nikrom
Mengidentifikasi suatu zat dengan cara uji nyala
12 Erlenmeyer
Menyimpan dan memanaskan larutan dan menampung filtrate hasil penyaringan.
13 Pembakar Spirtus
Membakar zat atau memanaskan larutan
14 Batang Pengaduk
Penutup gelas kimia , tempat menimbang bahan
16 Klem Buret
Menegakkkan corong, buret
18 Kertas saring
Mengeluarkan larutan dengan volume tertentu
24 Pipet gondok
Menentukan pH larutan
31 Centrifuge
Mendinginkan zat
33 Corong Pisah
Memindahkan cairan dengan volume yang sangat kecil
b. Buret digunakan untuk mentitrasi larutan, buret dipasangkan dengan Erlenmeyer. Fungsi dari Erlenmeyer tersebut untuk menampung hasil titrasi. Tangan kanan digunakan untuk memegang dan menggoyangkan Erlenmeyer sedangkan tangan kiri untuk memegang keran buret.
c. Labu Ukur digunakan untuk mencampur larutan. Caranya masukkan larutan ke dalam labu ukur. Simpan labu ukur di lengan tangan lalu goyangkan ke arah atas dan bawah agar larutan tercampur.
d. Lemari Asam ini cara menggunakannya harus dinyalakan terlebih dahulu tombolnya. Pintunya hanya boleh terbuka setengah badan. Gunakan masker dan sarung tangan ketika membukanya.
e. Oven digunakan untuk mengeringkan alat-alat yang akan digunakan. Hanya untuk alat-alat yang tahan terhadap panas.
f. Bunsen digunakan untuk keperluan penggunaan api. Selang bunsen harus dihubungkan dengan kerang yang terhubung gas agar dapat mengeluarkan api. Api yang dihasilkan bisa diatur sesuai kebutuhannya.
g. Kertas Indikator cara menggunakannnya perubahan warna yang dihasilkan kertas indikator dicocokkan dengan table warna indikator.
h. Centrifuge cara kerjanya dengan memasukkan larutan ke dalam tabung yang berada di dalam centrifuge. Jumlah tabung tersebut tidak boleh hanya 1 karena di khawatirkan larutan yang berada dalam tabung akan menyembur.
i. Eksikator digunakan untuk mendinginkan zat. Zat yang akan didinginkan terlebih dimasukkan ke dalam krus. Lalu masukkan krus ke dalam eksikator.
j. Corong Pisah cara menggunakannya masukkkan larutan ke dalam corong dari atas dalam keadaan keran corong tertutup. Goyangkan corong agar larutan tercampur. Balikkan corong dan buka kerannya agar gas yang dihasilkan larutan tersebut keluar.
k. Mikropipet cara menggunakannya tekan berkali kali thumb knopnya untuk memastikan lancarnya mikropipet. Tekan thumb knopnya dan masukkan mikropipet ke dalam larutan. Tahan pipet dan lepaskan tekanan pada thumb knop agar larutan tersebut keluar.
l. Neraca cara menggunakannnya harus dipastikan bahwa neraca tersebut berada dalam keadaan yang stabil. Tekan tombol untuk menyalakan neraca, beri alas seperti perkamen ketika akan mulai menimbang zat. Harus diperhatikan juga kapasitas minimum dan maksimum bahan yang boleh ditimbang.
1. Syarat Laboratorium yang Baik
Ruangan
laboratorium yang memenuhi standar adalah salah satu faktor untuk
menghindari kecelakaan kerja. Syarat tersebut meliputi kondisi ruangan,
susunan ruangan, kelengkapan peralatan keselamatan, nomor telepon
penting (pemadam kebakaran, petugas medis), dll.
Ruangan
laboratorium yang memiliki sistem ventilasi yang baik. Proses keluar
masuk udara yang stabil. Sirkulasi udara segar yang masuk ke dalam
ruangan. Keduanya harus diperhatikan dengan baik. Semakin baik sirkulasi
udara, maka kondisi laboratorium juga akan sehat. Seperti halnya rumah,
sirkulasi udara berada pada posisi utama dan tidak dapat dikesampingkan
begitu saja.
Ruangan laboratorium harus ditata
dengan rapi. Penempatan bahan kimia dan peralatan percobaan harus ditata
dengan rapi supaya memudahkan untuk mencarinya. Bila perlu, berikan
denah dan panduan penempatan bahan kimia di raknya supaya semakin
memudahkan untuk mencari bahan kimia tertentu.
Alat
keselamatan kerja harus selalu tersedia dan dalam kondisi yang baik.
Terutama kotak P3K dan alat pemadam api. Berikan juga nomor telepon
penting seperti pemadam kebakaran dan petugas medis supaya saat terjadi
kecelakaan yang cukup parah dapat ditangani dengan segera. Berikan juga
lembaran tentang cara penggunaan alat pemadam api dan tata tertib
laboratorium.
Laboratorium harus memiliki jalur
evakuasi yang baik. Laboratorium setidaknya memiliki dua pintu keluar
dengan jarak yang cukup jauh. Bahan kimia yang berbahaya harus
ditempatkan di rak khusus dan pisahkan dua bahan kimia yang dapat
menimbulkan ledakan bila bereaksi.
2. Tata Tertib Keselamatan Kerja
Aturan umum dalam tata tertib keselamatan kerja adalah sebagai berikut:
- Dilarang mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas laboratorium.
- Orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke laboratorium. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
- Gunakan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan.
- Jangan melakukan eksperimen sebelum mengetahui informasi mengenai bahaya bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.
- Bertanyalah jika Anda merasa ragu atau tidak mengerti saat melakukan percobaan.
- Mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja.
- Pakailah jas laboratorium saat bekerja di laboratorium.
- Harus mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye shower, respirator, dan alat keselamatan kerja yang lainnya.
- Jika terjadi kerusakan atau kecelakaan, sebaiknya segera melaporkannya ke petugas laboratorium.
- Berhati-hatilah bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar.
- Setiap pekerja di laboratorium harus mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
- Buanglah sampah pada tempatnya.
- Usahakan untuk tidak sendirian di ruang laboratorium. Supaya bila terjadi kecelakaan dapat dibantu dengan segera.
- Jangan bermain-main di dalam ruangan laboratorium.
- Lakukan latihan keselamatan kerja secara periodik.
- Dilarang merokok, makan, dan minum di laboratorium.
3. Alat Keselamatan Kerja
Di
dalam ruang laboratorium harus sudah tersedia seluruh alat keselamatan
kerja supaya saat terjadi kecelakaan atau darurat, itu bisa diatasi
dengan cepat. Berikut adalah alat-alat keselamatan kerja yang ada di
laboratorium. Pastikan semuanya tersedia dan Anda tahu dimana letaknya.
- Pemadam kebakaran (hidrant)
- Eye washer
- Water shower
- Kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
- Jas Laboratorium
- Peralatan pembersih
- Obat-obatan
- Kapas
- Plaster pembalut
4. Simbol Keselamatan Kerja
Gambar
diatas adalah simbol-simbol yang umumnya ada di laboratorium. Simbol
ini harus diperhatikan dan dipahami supaya Anda mengetahui bahaya yang
ada pada suatu benda atau zat kimia. Berikut adalah penjelasan
simbol-simbol tersebut.
- Animal hazard adalah bahaya yang berasal dari hewan. Mungkin saja hewan itu beracun karena telah disuntik bermacam-macam zat hasil eksperimen atau dapat menggigit dan mencakar Anda.
- Sharp instrument hazard adalah bahaya yang berasal dari benda-benda yang tajam. Benda itu jika tidak digunakan dengan benar maka dapat melukai Anda.
- Heat hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang panas. Tangan Anda akan kepanasan jika menyentuh benda tersebut dalam keadaan aktif atau menyala.
- Glassware hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah pecah. BIasanya berupa gelas kimia.
- Chemical hazard adalah bahaya yang berasal dari bahan kimia. Bisa saja bahan kimia itu dapat membuat kulit kita gatal dan iritasi.
- Electrical hazard adalah bahaya yang berasal dari benda-benda yang mengeluarkan listrik. Hati-hati dalam menggunakannya supaya tidak tersengat listrik.
- Eye & face hazard adalah bahaya yang berasal dari benda-benda yang dapat membuat iritasi pada mata dan wajah. Gunakan masker atau pelindung wajah sebelum menggunakan bahan tersebut.
- Fire hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah terbakar. Contohnya adalah kerosin (minyak tanah) dan spiritus.
- Biohazard adalah bahaya yang berasal dari bahan biologis. Bahan tersebut bisa dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti AIDS. Contohnya adalah tempat pembuangan jarum suntik.
- Laser radiation hazard adalah bahaya yang berasal dari sinar laser.
- Radioactive hazard adalah bahaya yang berasal dari benda radioaktif. Benda ini dapat mengeluarkan radiasi dan jika terpapar terlalu lama maka akan menyebabkan kanker.
- Explosive hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah meledak. Jauhkan benda tersebut dari api.
5. Cara Memindahkan Bahan Kimia
Sebelum
memindahkan bahan kimia, hal yang harus dilakukan adalah mengetahui
segala informasi tentang bahan kimia yang akan digunakan. Seperti cara
membawa, bahaya yang ditimbulkan, dll. Pindahkanlah sesuai kebutuhan dan
jangan berlebihan. Bila ada sisa bahan kimia, jangan dikembalikan ke
tempatnya semula karena dapat menyebabkan kontaminasi pada bahan kimia.
Untuk
memindahkan bahan kimia yang berwujud cair, pindahkan dengan
menggunakan batang pengaduk atau pipet tetes. Hindari percikan karena
bisa menyebabkan iritasi pada kulit. Jangan menaruh tutup botol diatas
meja supaya tutup botol tidak kotor oleh kotoran di atas meja.
Untuk
memindahkan bahan kimia yang berwujud padat, gunakan sendok atau alat
lain yang tidak terbuat dari logam. Hindari menggunakan satu sendok
untuk mengambil beberapa jenis zat kimia supaya terhindar dari
kontaminasi.
6. Pembuangan Limbah
Seperti
yang kita ketahui bahwa limbah dapat mencemari lingkungan. Maka dari
itu, kita perlu menangani limbah tersebut dengan tepat. Untuk limbah
kimia hendaknya dibuang di tempat khusus karena beberapa jenis zat kimia
sangat berbahaya bagi lingkungan. Buang segera limbah sehabis melakukan
percobaan. Sementara limbah lainnya seperti kertas, korek api, dan
lainnya dibuang di tempat sampah. Sebaiknya pisahkan limbah organik dan
nonorganik supaya pengolahan sampahnya lebih mudah.
7. Penanganan Kecelakaan
Kecelakaan
saat kerja biasa terjadi walaupun kita telah bekerja dengan hati-hati.
Hal yang paling utama adalah jangan panik dan ikuti prosedur penanganan
kecelakaan yang baik dan benar. Cari bantuan petugas laboratorium untuk
membantu Anda. Bila perlu, panggil petugas medis atau pemadam kebakaran.
Bila
terkena bahan kimia, bersihkan bagian kulit yang terkena bahan kimia
sampai bersih. Kulit yang terkena jangan digaruk supaya tidak menyebar.
Bawa keluar korban dari laboratorium supaya mendapatkan oksigen. Bila
kondisi cukup parah, panggil petugas kesehatan secepatnya.
Bila
terjadi kebakaran karena bahan kimia atau korsleting listrik, segera
bunyikan alarm tanda bahaya. Jangan langsung disiram dengan air. Gunakan
hidran untuk memadamkan api. Hindari menghirup asap. Bila kebakaran
meluas, segera panggil petugas pemadam kebakaran.
8. Alat-alat di laboratorium dan kegunaannya
1 Labu Ukur
Menampung dan mencampur larutan kimia.
2 Tabung Reaksi
Menampung larutan dalam jumlah yang sedikit
3. Beker Gelas
Menampung bahan kimia atau larutan dalam jumlah yang banyak
4 Gelas Ukur
Mengukur volume larutan
5 Pipet Ukur
Mengukur volume larutan
6 Penjepit Tabung Reaksi
Menjepit tabung reaksi selama melakukan proses pemanasan
7 Pipet Tetes
Memindahkan beberapa tetes zat cair
8 Mortar dan Alu
Menggerus dan menghaluskan suatu zat
9 Botol Semprot
menyimpan aquadest dan digunakan untuk mencuci atau membilas alat-alat dan bahan
10 Cawan Porselin
Wadah untuk mereaksikan atau mengubah suatu zat pada suhu tinggi
11 Kawat Nikrom
Mengidentifikasi suatu zat dengan cara uji nyala
12 Erlenmeyer
Menyimpan dan memanaskan larutan dan menampung filtrate hasil penyaringan.
13 Pembakar Spirtus
Membakar zat atau memanaskan larutan
14 Batang Pengaduk
Mengaduk larutan
15 Kaca Arloji
Penutup gelas kimia , tempat menimbang bahan
16 Klem Buret
Memegang buret yang digunakan untuk titrasi
17 Statif
Menegakkkan corong, buret
18 Kertas saring
Menyaring larutan
19 Rak Tabung Reaksi
19 Rak Tabung Reaksi
Tempat tabung reaksi
20 Bola Hisap
Menghisap larutan yang akan diukur
21 Corong
Menyaring cairan kimia
22 Kawat kasa
22 Kawat kasa
Sebagai alas penyebaran panas
23 Buret
Mengeluarkan larutan dengan volume tertentu
24 Pipet gondok
Dipakai untuk mengambil larutan dengan volume tertentu
25 Plat Tetes
25 Plat Tetes
Tempat untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil
26 Lemari Asam
Menyimpan larutan yang bersifat asam
27 Oven
27 Oven
Mengeringkan peralatan yang akan digunakan
28 Neraca
Mengukur jumlah zat yang diperlukan
29 Bunsen
Keperluan penggunaan api
30 Kertas indikator
30 Kertas indikator
Menentukan pH larutan
31 Centrifuge
Memisahkan dan mengendapkan padatan dari larutan
32 Eksikator
32 Eksikator
Mendinginkan zat
33 Corong Pisah
Memisahkan larutan dan gas
34 Mikropipet
Memindahkan cairan dengan volume yang sangat kecil
9. Pembahasan
a. Gelas Ukur digunakan untuk megukur volume larutan dengan cara melihat meniscus secara tepat. Mata harus sejajar dengan gelas ukur, kemudian lihat bagian meniscus bawah untuk mentukan volume larutan.b. Buret digunakan untuk mentitrasi larutan, buret dipasangkan dengan Erlenmeyer. Fungsi dari Erlenmeyer tersebut untuk menampung hasil titrasi. Tangan kanan digunakan untuk memegang dan menggoyangkan Erlenmeyer sedangkan tangan kiri untuk memegang keran buret.
c. Labu Ukur digunakan untuk mencampur larutan. Caranya masukkan larutan ke dalam labu ukur. Simpan labu ukur di lengan tangan lalu goyangkan ke arah atas dan bawah agar larutan tercampur.
d. Lemari Asam ini cara menggunakannya harus dinyalakan terlebih dahulu tombolnya. Pintunya hanya boleh terbuka setengah badan. Gunakan masker dan sarung tangan ketika membukanya.
e. Oven digunakan untuk mengeringkan alat-alat yang akan digunakan. Hanya untuk alat-alat yang tahan terhadap panas.
f. Bunsen digunakan untuk keperluan penggunaan api. Selang bunsen harus dihubungkan dengan kerang yang terhubung gas agar dapat mengeluarkan api. Api yang dihasilkan bisa diatur sesuai kebutuhannya.
g. Kertas Indikator cara menggunakannnya perubahan warna yang dihasilkan kertas indikator dicocokkan dengan table warna indikator.
h. Centrifuge cara kerjanya dengan memasukkan larutan ke dalam tabung yang berada di dalam centrifuge. Jumlah tabung tersebut tidak boleh hanya 1 karena di khawatirkan larutan yang berada dalam tabung akan menyembur.
i. Eksikator digunakan untuk mendinginkan zat. Zat yang akan didinginkan terlebih dimasukkan ke dalam krus. Lalu masukkan krus ke dalam eksikator.
j. Corong Pisah cara menggunakannya masukkkan larutan ke dalam corong dari atas dalam keadaan keran corong tertutup. Goyangkan corong agar larutan tercampur. Balikkan corong dan buka kerannya agar gas yang dihasilkan larutan tersebut keluar.
k. Mikropipet cara menggunakannya tekan berkali kali thumb knopnya untuk memastikan lancarnya mikropipet. Tekan thumb knopnya dan masukkan mikropipet ke dalam larutan. Tahan pipet dan lepaskan tekanan pada thumb knop agar larutan tersebut keluar.
l. Neraca cara menggunakannnya harus dipastikan bahwa neraca tersebut berada dalam keadaan yang stabil. Tekan tombol untuk menyalakan neraca, beri alas seperti perkamen ketika akan mulai menimbang zat. Harus diperhatikan juga kapasitas minimum dan maksimum bahan yang boleh ditimbang.
E. Peran Kimia Dalam Kehidupan
Peran ilmu kimia untuk membantu pengembangan ilmu lainnya seperti pada bidang geologi, sifat-sifat kimia dari berbagai material bumi dan teknik analisisnya telah mempermudah geolog dalam mempelajari kandungan material bumi; logam maupun minyak bumi.
Pada bidang pertanian, analis kimia mampu memberikan informasi tentang kandungan tanah yang terkait dengan kesuburan tanah, dengan data tersebut para petani dapat menetapkan tumbuhan/tanaman yang tepat. Kekurangan zat-zat yang dibutuhkan tanaman dapat dipenuhi dengan pupuk buatan, demikian pula dengan serangan hama dan penyakit dapat menggunakan pestisida dan Insektisida.
Dalam bidang kesehatan, ilmu kimia cukup memberikan kontribusi, dengan diketemukannya jalur perombakan makanan seperti karbohidrat, protein dan lipid. Hal ini mempermudah para ahli bidang kesehatan untuk mendiagnosa berbagai penyakit. Interaksi kimia dalam tubuh manusia dalam sistem pencernaan, pernafasan, sirkulasi, ekskresi, gerak, reproduksi, hormon dan sistem saraf, juga telah mengantarkan penemuan dalam bidang farmasi khususnya penemuan obat-obatan.
1. Di bidang pertanian
Ambil contoh ketika tumbuhan membutuhkan air serta tanah yang subur. Namun dibidang pertanian modern, telah menggunakan pupuk dan pestisida. manfaat pupuk untuk tumbuhan ialah Merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun serat Meningkatkan mutu dan jumlah hasil yang baik. karena pupuk adalah senyawa kimia anarganik yang dijumpai di alam atau dibuat manusia yang memiliki nilai hara langsung atau tidak langsung bagi tanaman. Penggunaan pestisida dapat memusnahkan hama-hama, dan meningkatkan produksi tumbuhan dengan cepat. namun dapat membahayakan bagi kesehatan manusia.
2. Di bidang kedokteran
Di bidang ini banyak dijumpai manfaatnya, seperti obat-obatan yang membantu penyembuhan pasien, karena obat adalah hasil dari penelitian dibidang kimia farmasi.
3. Di bidang pangan
Adanya komposisi pada makanan, yang bermanfaat bagi manusia. penggunaan mikroorganisme/bakteri pada makanan, contoh pembuatan kecap, tempe, dan yoghurt.
4. Di bidang industri/pabrik
Penerapan ilmu Kimia di bidang industri, ilmu Kimia seringkali sangat dibutuhkan. Mesin-mesin di industri membutuhkan logam yang baik dengan sifat tertentu yang sesuai dengan kondisi dan bahan-bahan yang digunakan. Seperti semen, kayu, cat, beton, dsb. dihasilkan melalui riset yang berdasarkan ilmu Kimia. Kain sintetis yang Anda gunakan juga merupakan hasil penerapan ilmu Kimia.
5. Di bidang Hukum
Manfaat di bidang hukum yaitu ketika terjadi kejahatan-kejahatan ataupun pembunuhan, dengan begitu dibutuhkan sample hasil tes DNA, yang menggunakan ilmu kimia.
F. PERANAN ILMU KIMIA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GLOBAL
Ilmu kimia juga berperan dalam
menyelesaikan masalah global yaitu masalah yang dihadapi oleh seluruh
dunia, seperti yang menyangkut masalah dalam bidang lingkungan hidup,
kedokteran, geologi. Biologi dan lain-lain, ataupun untuk meningkatkan
Sumber Daya Manusia (SDM). Sebagai contoh, masalah global dalam hal
lingkungan hidup dan krisis energi.
1. Bahan Bakar
Saat
ini bahan bakar dunia, berupa minyak bumi, batu bara, gas alam yang
berasal dari fosil. Fosil merupakan sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui, karena fosil terbentuk dari organisme yang terkubur
beberapa jutaan tahun lalu. Bahan bakar tersebut akan habis dan manusia
harus dapat mencari sumber energi alternatif, untuk mengatasi krisis
enegri tersebut. Dalam hal ini ilmu kimia sangat berperan. Contoh sumber
energi alternatif misalnya alkohol, energi nuklir, geoternal (panas
bumi) atau energi matahari
yang terbatas.
2. Teknologi Biogas
Ternak-ternak
dipedesaan dapat menimbulkan masalah lingkungan, karena kotorannya yang
berserakan dapat menimbulkan bau yang tidak enak, kotoran ternak juga
merusak pemandangan di desa, bahkan dapat menjadi sumber penularan
penyakit. Dengan teknologi biogas, permasalahan tersebut, dapat diatasi,
dimana kotoran hewan tersebut diolah hingga bermanfaat bagi manusia.
Pembuatan biogas menggunakan bahan baku kotoran hewan/ternak yang
dibubur halus menjadi butiran kecil dan dicampur air. Hasil teknologi
biogas tersebut dapat digunakan sebagai sumber energi, misalnya untuk
lampu penerangan maupun untuk memasak.
3. Program Langit Biru
Program
Langit Biru artinya program yang bertujuan untuk meminimalisasikan
polusi udara akibat dari pemanfaatan energi. Polusi udara tersebut
diakibatkan dari emisi gas buang yang ditimbulkan dari pemanfaatan
energi. Transportasi merupakan salah satu penyebab polusi udara. Emisi
gas buang tersebut misalnya Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon, Nitrogen
Oksida, Sulfur dioksida, Timah hitam (Pb) dan debu.
Jenis dan jumlah pencemaran ini
dipengaruhi oleh beberapa faktor jenis energi, jenis kendaraan, umur
kendaraan, ukuran mesin dan perawatan kendaraan tersebut.



































Tidak ada komentar:
Posting Komentar